oleh: Herlangga
Senja dan malam pada langit yang sama
Kau dan aku masih duduk di beranda
Kau bertanya,
“Apa yang lebih tinggi dari Bima Sakti?”
Aku ingin sekali menjawab
Tapi aku tahu, kau telah mengetahui jawabannya
Karena pada akhirnya kita memercayai bahwa semesta ini sejajar.
“Kita memercayai itu setelah berdebat tentang batas atas dan bawah langit”
Namun begitu, tetap saja.
“Aku ingin menikahimu, Rin.” kataku
“Haha, itu mudah saja” katamu
“Tergantung kepada siapa kau berdoa” kau menjawab seperti itu.
Desember, 2014
Sunday, February 15, 2015
Thursday, September 18, 2014
Persensoran Indonesia Terlalu “Lebay”
oleh: Herlangga Juniarko
Pernah
menonton televisi dengan adegan perkelahian? Tentu saja setiap orang yang
mempunyai televisi sudah pernah melihat adegan seperti itu minimal sekali dan
pasti menyadari bahwa terasa ada sesuatu hal yang hilang dalam adegan
perkelahian tersebut. Ya, adegan pukulan pada pertelevisian Indonesia pada
akhirnya disensor secara mentah-mentah!
Sensor
dalam pertelevisian sebenarnya adalah sebuah penghilangan suatu adegan, suara
atau hanya mengaburkan gambar dalam sebuah film. Fungsinya sendiri tidak lain
adalah untuk memberikan kenyamanan setiap penonton dengan tayangan yang aman
dan sesuai. Dengan begitu sensor pun bisa menyesuaikan dengan jam tayangan dan
target penonton. Misalnya di jam tengah malam tentu tidak akan terlalu banyak
disensor karena jam tayang yang khusus dan target penonton yang rata-rata
dewasa. Berbeda dengan tanyang pada “prime time” atau jam yang sedang ramai,
maka penyensoran dilakukan lebih hati-hati kerena jam tayang yang umum dan
target penonton yang mencakup semua umur.
Tuesday, September 16, 2014
Pembaca Anak
oleh: Herlangga
Buku
adalah jendela dunia. Itulah yang biasa kita dengar dari berbagai media.
Seseorang dapat mendapat berbagai macam pengalaman hidup dengan membaca. Buku
juga adalah sarana memanusiakan manusia, karena pada hakikatnya sebuah karya
adalah gambaran dari budaya masyarakatnya.
Oleh
karena itu, orang tua yang baik adalah orang tua yang mengajarkan anaknya
membaca sejak dini. Dengan mengajarkan anak-anaknya membaca sejak dini tentu
saja akan semakin mempercepat asupan pengetahuan dan pengalaman kepada anak.
Ini juga penting bagi daya perkembangan psikologi anak. Perkembangan
intelejensi juga akan sangat cepat berkembang.
Tetapi
tentu saja bacaan yang diberikan kepada anak tidak mentah-mentah disamakan
dengan bacaan umum. Bacaan untuk anak-anak pastinya berbeda dari segi cerita
juga bahasa yang digunakan. Bahasa untuk anak-anak yang baik adalah bahasa yang
ringan dan mudah dicerna. Biasanya pula buku untuk anak-anak memuat
gambar-gambar yang menarik untuk meningkatkan imajinasinya.
Namun,
itulah maslah utamanya. Saat ini buku bacaan untuk anak-anak
Friday, September 12, 2014
Hikikomori di Indonesia
oleh: Herlangga Juniarko
Hikikomori
adalah sebuah kata dari bahasa jepang yang memiliki arti menarik diri. Dalam
kehidupan sosial, hikkomiri diartikan sebagai seseorang yang telah menarik diri
dari kehidupan sosial. Seorang hikikomori biasanya menetap di dalam kamarnya
dan tidak keluar dalam waktu yang lama.
Di
jepang yang merupakan awal munculnya istilah ini, seseorang dikatakan seorang
hikikomori jika tidak mengikuti pergaulan selama 6 bulan. Biasanya seorang
hikikomori menutup dirinya di dalam kamar dan hanya keluar sekali selama
sebulan atau yang paling parah seorang hikikomori hanya keluar dari rumahnya sekali
dalam setahun hanya untuk membeli barang-barang kebutuhannya saja.
Dalam
banyak survei yang telah banyak dilakukan, sebagian besar hikikomori adalah
Saturday, August 9, 2014
Aquilla
oleh: Herlangga
Sungguh demi cuaca yang hampa
mungkin aku akan bertemu kau, Aquilla
Jarak yang memisah kurang dari 7 kilometer
dan pada purnama sebelum pukul 24
deru mesin di atas bekuan aspal menuju kau
Aquilla, Aquilla, Aquilla
Menuju tempatmu
7 bintang tersenyum pada cincin bulan
aku ingin bertanya padamu
Mungkinkah kita berdansa dalam segitiga musim panas?
Sungguh demi cuaca yang hampa
batu kerikil pun masih tergeletak
sungai masih coklat sedimentasi
dan aku yang tetap terpana pada kau, Aquilla
Indramayu, 12 Juli 2014
Sungguh demi cuaca yang hampa
mungkin aku akan bertemu kau, Aquilla
Jarak yang memisah kurang dari 7 kilometer
dan pada purnama sebelum pukul 24
deru mesin di atas bekuan aspal menuju kau
Aquilla, Aquilla, Aquilla
Menuju tempatmu
7 bintang tersenyum pada cincin bulan
aku ingin bertanya padamu
Mungkinkah kita berdansa dalam segitiga musim panas?
Sungguh demi cuaca yang hampa
batu kerikil pun masih tergeletak
sungai masih coklat sedimentasi
dan aku yang tetap terpana pada kau, Aquilla
Indramayu, 12 Juli 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)
