herlangga juniarko

Powered By Blogger
Showing posts with label Drama. Show all posts
Showing posts with label Drama. Show all posts

Tuesday, June 18, 2013

Syekh Siti Jenar

Babad Geger Pengging

Karya SAINI KM

PENGANTAR PENULIS

Sandiwara Syekh Siti jenar ini sengaja di beri anak judul Babad Geger Pengging. Alasannya ada dua, pertama karena sudah naskah lain yang berjudul Syekh Siti Jenar, kedua kata babad akan mengisyaratkan kepada pembaca atau penonton bahwa naskah ini bukan naskah sejarah, melainkan naskah sastra, lugasnya sastra-drama.

Kalau penulis berani menuliskan kata Babad, hal itu didukung pula oleh kenyataan bahwa di kalangan para sarjana sejarah sendiri masih ada keraguan, apakah kisah Syekh Siti Jenar itu memang pernah benar-benar terjadi atau hanya berupa cerita saja. Dengan demikian, penulis merasa lebih leluasa memergunakan cerita itu untuk tujuan-tujuannya yang bersifat sastrawi.

Memergunakan suatu cerita cesara sastrawi berarti mengolah cerita itu, memberinya tafsiran baru atau mengisinya dengan masalah-masalah lain, sesuai dengan maksud-maksud yang hendak dicapai sastrawan. Diantara maskdu-maksud itu ialah pengungkapan pengalaman sastrawan dengan pergulatannya dengan masalah-masalah yang dihadapinya masa kini dan di sini.

Dengan latar belakang seperti itu, sandiwara Syekh Siti Jenar ini  pun akhirnya dapat dianggap tidak berhubungan dengan kisah tokoh yang banyak di kenal di masyarakat Jawa khususnya dan Indonesia umumnya.

Bandung, 1986




Wednesday, October 3, 2012

Produk Dalam Negeri



Produk dalam negeri

            Produk dalam negeri kian lama kian tergusur oleh produk-produk impor, karena masyarakat yang semakin membeli berdasarkan gengsi. Padahal sebenarnya produk indonesia lebih baik dan lebih berkualitas daripada produk impor, namun masyarakat yang sudah terjejali dengan slogan dari iklan-iklan impor tidak mampu menahan gejolak pergengsian yang ada di tengah masyarakat.

Arie     : Man, kamu kemarin habis beli apa sih dari pasar sana?

Maman: oh, kemarin saya baru beli barang-barang buat ruang tamu

Arie     : barang impor yah?

Maman: enggalah, saya kan suka barang buatan indonesia

Arie     : barang buatan indonesia kan kualitasnya belum terjamin

Maman: eis, jangan salah ri, barang indonesia itu sebenarnya sangat terjamin kualitasnya

Arie     : kenapa? Kok bisa gitu?

Maman: kamu lihat saja furnitur yang baru saya beli kemarin, bagus kan?

Arie     : itu kan mereknya olimpic, bukannya itu barang impor alias dari luar negeri?

Maman: olimpic itu sebenarnya buatan orang kita, orang indonesia ini. tetapi karena olimpic                                 sudah terkenal sampai ke mancanegara, jadilah olimpic mempunyai kesan impor

Arie     : oh...
Maman: sebenarnya masih banyak lagi sih produk-produk indonesia yang sudah melanglang                                buana sampai ke mancanegara.

Arie     : apalagi?

Maman: kamu tahu indomie, batre ABC, sampai minuman extra joss? Semua itu adalah                                        sebagian dari produk indonesia yang sangat sukses sampai mendunia

Arie     : ternyata banyak juga yah

Maman: tentu saja banyak, jadi belum tentu produk impor lebih baik dari produk sendiri kan

Arie     : iya, seharusnya kita bangga dengan produk sendiri yang mampu mendunia dan                                        berkualitas, ketimbang memakai produk impor yang kualiatasnya masih patut                                 dipertanyakan

Maman: jadi lebih baik kita mulai menggunakan produk sendiri agar bisa menjadi raja di                                      negaranya sendiri

Arie     : betul sekali man...

Sunday, September 16, 2012

MAKAN DIMANA YAH



MAKAN DIMANA YAH

Karya: Herlangga Juniarko

            Sore itu Ujang tengah berada di alun-alun kota. Di kanannya adalah pasar tradisional yang menjual pelbagai produk hasil masyarakat. Sedangkan di kirinya adalah sebuah mega mall yang menjual pelbagai produk berkualitas hasil impor.

Ujang
Hmmm, lapar sekali dan sepertinya aku butuh makan nih
(menoleh ke kiri dan ke kanan)
Aha! Karena aku mencintai produk asli Indonesia, maka aku akan makan di pasar tradisional saja
(berjalan ke arah kanan)

(tiba-tiba setan nasionalis muncul di depannya)

Setan
Hey! Tunggu dulu Ujang. Mau kemana kamu?
Daripada makan di tempat yang kumuh itu, lebih baik makan di sana (menunjuk mega mall)
Disana lebih nikmat, bersih, dan banyak wanita cantiknya pula yang sering bersliweran di depan tempat makannya itu

Ujang