oleh: Ciu Cahyono
Namaku Pemudi
Pernah bertemu seorang pemuda
yang bertanya
apa aku masih perawan
Namaku Pemudi
bukan Perawan!
2011
*diambil dari antologi puisi "Aku dan Rantai"
Showing posts with label Ciu Cahyono. Show all posts
Showing posts with label Ciu Cahyono. Show all posts
Thursday, June 20, 2013
Wednesday, November 21, 2012
Aku dan Rantai
oleh: Ciu Cahyono
Temanku yang bernama Tukas masih berkeliling negeri. Ia memburu seekor nyamuk pembunuh Kilah, teman baiknya.
Tetanggaku yang bernama Dalih belum selesai diinterogasi polisi. Ia mengatakan bahwa otak pembunuhan Kilah tak lain adalah Tukas, dengan seekor nyamuk sebagai eksekutornya.
Pacarku yang tak mau namanya kusebut mengabari pagi ini. Ia mengaku pernah melihat seekor nyamuk satu meja dengan ketonggeng, di sebuah kafe di ibu kota.
Aku terkesiap. Aku telah melamar kerja pada seekor ketonggeng. Dan pekan depan aku jadi sopirnya.
2011
*dari antologi puisi "Aku dan Rantai"
Temanku yang bernama Tukas masih berkeliling negeri. Ia memburu seekor nyamuk pembunuh Kilah, teman baiknya.
Tetanggaku yang bernama Dalih belum selesai diinterogasi polisi. Ia mengatakan bahwa otak pembunuhan Kilah tak lain adalah Tukas, dengan seekor nyamuk sebagai eksekutornya.
Pacarku yang tak mau namanya kusebut mengabari pagi ini. Ia mengaku pernah melihat seekor nyamuk satu meja dengan ketonggeng, di sebuah kafe di ibu kota.
Aku terkesiap. Aku telah melamar kerja pada seekor ketonggeng. Dan pekan depan aku jadi sopirnya.
2011
*dari antologi puisi "Aku dan Rantai"
Subscribe to:
Posts (Atom)
