oleh: R. Abdul Aziz
Penguin yang mengajarkanku menulis puisi
mengajakku masuk kedalam kulkas
Di luar, api sudah berkobar pada cahaya
siap melepuhkan kulit irimu
melelehkan es krim coklat anakmu dan
menjemur celana dalam isterimu
Bersama sebotol sirup jeruk
dan berbutir telur milik induk ayam
yang ternyata diadopsi oleh isterimu
untuk membuatku kenyang
Kita berdiskusi tentang apa itu kutub selatan
yang terlalu gerah untuk menemukan salju
2012
Showing posts with label R. Abdul Aziz. Show all posts
Showing posts with label R. Abdul Aziz. Show all posts
Friday, December 14, 2012
Friday, November 16, 2012
Perempuan Berkacamata Kecap Manis
oleh: R. Abdul Aziz
Aku sebilah jantung kujang
menatap kerudung ninja penuh dendam
Sebab engkau, perempuan mentah bermata kecap manis
telah diiris hatinya dengan samurai
rela sebagai tubuh sore yang sementara,
ditunggu setelah siang pulang, dipuja sebelum malam datang
lalu terbengkalai menjadi serakan kata kata pujangga, pergilah
dengan kecepatan 150cc menuju kampus tua Padjadjaran
Pergilah, maka aku akan merindukanmu
dalam tajamnya asahan dendam
Namamu, yang diberikan ibumu, hanyalah sebaris kata
yang membuat 10.000 puisiku tak selesai
Tiada yang lebih mencintaimu seperti airmata,
melainkan aku lelaki berjantung kujang
2012
Aku sebilah jantung kujang
menatap kerudung ninja penuh dendam
Sebab engkau, perempuan mentah bermata kecap manis
telah diiris hatinya dengan samurai
rela sebagai tubuh sore yang sementara,
ditunggu setelah siang pulang, dipuja sebelum malam datang
lalu terbengkalai menjadi serakan kata kata pujangga, pergilah
dengan kecepatan 150cc menuju kampus tua Padjadjaran
Pergilah, maka aku akan merindukanmu
dalam tajamnya asahan dendam
Namamu, yang diberikan ibumu, hanyalah sebaris kata
yang membuat 10.000 puisiku tak selesai
Tiada yang lebih mencintaimu seperti airmata,
melainkan aku lelaki berjantung kujang
2012
Subscribe to:
Posts (Atom)
