Dari tengah lapangan ia tendang keduanya jauh ke arah hutan.
"Selamat tinggal permainan," katanya dengan seringai kemenangan.
TELAH ia tanggalkan belenggu sepatu. Telah ia lucuti chaos kaus,
Sekarang saatnya mengusut kusut lutut, kembali belajar merangkak.
"Saatnya menggelar lapang hati sendiri, mengejar tanya bola sendiri."
Hasan Asphani
*diambil dari antologi "Telimpuh"


