oleh: Sabiq Carebesth
Melaju di antara lampu warna senja
Perempuan di tepi jendela warna jingga
Menggambar hujan di atas kota
Deru kereta membawa serta cerita
pilu senantiasa di antara nasib dan cinta
Ia ingin menari ria denganmu
Di malam hujan warna cahaya dan laju kereta
Seperti musik di malam diam
Suaramu menggantikan sunyi
Menjadi kelam dalam bayangan muram
Aku berjalan pada sepanjang jalan
Aku tahu pilu pada yang kehilangan
"jangan kemana-mana..."
jakarta, Mei 2011
*diambil dari antologi puisi "Memoar Kehilangan"
Showing posts with label Sabiq Carebesth. Show all posts
Showing posts with label Sabiq Carebesth. Show all posts
Sunday, July 7, 2013
Thursday, October 4, 2012
Memoar Kehilangan
oleh: Sabiq Carebesth
Memar yang melanda memoar adalah sekuntum bunga
kenangan, yang tertanam di tanah paling dalam dari ingatan;
kehilangan-kehilangan adalah bukan luka yang menyakitiku,
tapi ingatan akan terempasnya waktu. Kini kupegangi seutas
tali paling halus; untuk menggambar nyata; melukis keabadian;
bahwa engkau mulia dalam apa yang engkau kehendaki,
engkau mulia dalam apa yang kau kerjakan
Jakarta, 08 mei 2010
Memar yang melanda memoar adalah sekuntum bunga
kenangan, yang tertanam di tanah paling dalam dari ingatan;
kehilangan-kehilangan adalah bukan luka yang menyakitiku,
tapi ingatan akan terempasnya waktu. Kini kupegangi seutas
tali paling halus; untuk menggambar nyata; melukis keabadian;
bahwa engkau mulia dalam apa yang engkau kehendaki,
engkau mulia dalam apa yang kau kerjakan
Jakarta, 08 mei 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
