herlangga juniarko

Powered By Blogger

Wednesday, June 2, 2021

Tentang Rokok dan Langit-langit

Ia memutuskan tidur setelah membunuh malam dengan rokoknya
Tidak lupa ia siapkan tali di langit-langit agar ia tak pernah terbangun
Si anjing! ternyata waktu sudah di malam penghabisan
Bocah-bocah mengganggu dengan sahut menyahut sahur sahur
Tolong biarkan aku tidur, serunya sendu pada bising
Sejujurnya, tak ada suara yang lebih lantang ketimbang kematian yang menghadang
Separuh malam yang tertinggal
Sisanya melacur dengan binal*
Yang sebenar-benarnya binal adalah Tuhan
Sepertiga malam datang diikuti orgasme pada ingatan tentang Tuhan
Anjing! Tuhan mana Tuhan?
Tuhan yang mana Tuhan?
Seperti itulah aku berteriak, serupa Yesus di sepanjang jalanan Golgota
Tapi sekarang Ramadhan, mungkin Tuhan ikut sahur di jalanan(?)


10 Syawal 1442
Abdillah Al-hafizh & Herlangga Juniarko
*Potongan lirik lagu "Biar" karya Bilal Indrajaya