herlangga juniarko

Powered By Blogger

Friday, September 12, 2014

Hikikomori di Indonesia


oleh: Herlangga Juniarko

            Hikikomori adalah sebuah kata dari bahasa jepang yang memiliki arti menarik diri. Dalam kehidupan sosial, hikkomiri diartikan sebagai seseorang yang telah menarik diri dari kehidupan sosial. Seorang hikikomori biasanya menetap di dalam kamarnya dan tidak keluar dalam waktu yang lama.
            Di jepang yang merupakan awal munculnya istilah ini, seseorang dikatakan seorang hikikomori jika tidak mengikuti pergaulan selama 6 bulan. Biasanya seorang hikikomori menutup dirinya di dalam kamar dan hanya keluar sekali selama sebulan atau yang paling parah seorang hikikomori hanya keluar dari rumahnya sekali dalam setahun hanya untuk membeli barang-barang kebutuhannya saja.
            Dalam banyak survei yang telah banyak dilakukan, sebagian besar hikikomori adalah
laki-laki. Ini sangat wajar, karena penyebab utama dari hikikomori adalah biasanya tekanan yang terlalu besar dari lingkungan sekitarnya yang mengakibatkan seorang hikikomori tidak mampu menahannya. Tekanan-tekanan ini biasanya adalah tekanan psikis yang disebabkan keinginan yang berlebihan dari lingkungan.
            Penyebab lain munculnya hikikomori adalah kecanduan akan sesuatu hal. Biasanya ini terjadi pada remaja yang memiliki hobi yang terlalu berlebihan. Contoh yang umum di jepang adalah kecanduan pada manga, anime, dan game.
            Lalu, apa hubungannya hikikomori dengan Indonesia? Di Indonesia sendiri, saat ini masyarakatnya sudah memiliki kecendurungan yang sama dengan hikikomori di Jepang. Perbedaan yang paling besar adalah jika di Jepang banyak yang mengakhirinya dengan mengurung dirinya di kamar, sedangkan di Indonesia banyak yang mengakhirinya dengan bunuh diri.
            Mungkin pernah dengar berita tentang seorang siswa SMA yang mati bunuh diri akibat tidak lulus UN? Pernah juga mendengar bahwa ada yang membunuh seseorang karena sebuah game online? Atau pernah mendengar seseorang yang mati bunuh diri karena tekanan-tekanan hidup lainnya? Ini semua termasuk dalam hikikomori gaya Indonesia, yaitu menarik diri dari kehidupan dengan mati.
            Tekanan psikis memang tidak bisa diatasi. Tekanan-tekanan akan selalu muncul bedanya ada yang berat ada juga yang lemah. Seharusnya sudut pandang terhadap tekanan-tekanan seperti itu mulai diatasi sejak bangku sekolah dasar. Mengubah sudut pandang terhadap suatu hal memanglah sangat sulit.
            Ada salah satu cara untuk mengatasinya, yaitu melakukan bimbingan orangtua. Terkadang orangtua pun perlu dibimbing bagaimana cara untuk memberikan sebuah tekanan kepada anak agar tekanan-tekanan yang muncul tidak menjadi sebuah kejutan bagi si anak.
            Cara lain adalah dengan memberikan materi tematik pada setiap yang mengacu pada psikis bukan hanya pengetahuan saja. Dengan cara kedua ini maka diharapkan anak mampu menerima setiap tekanan dengan sewajarnya.

No comments:

Post a Comment