herlangga juniarko

Powered By Blogger

Sunday, January 3, 2021

Ketakterdugaan

:DN

/1/
Kita adalah ketakterdugaan
Bahkan saat aku ingin mengurai pertemuan kita,
Tak kutemui apapun selain tanya yang menggantung di udara,
Bahkan secarik peta buram yang membawamu kemari pun tak ada.

/2/
Kita adalah dua kutub yang berlainan
Kita kerap merayakan perbedaan-perbedaan,
entah kau hanya tertawa
atau kita menjelma kepala batu yang meyakini hal-hal yang kita anggap benar;
Tetapi katamu, dari begitu banyak hal yang berbeda,
kita masih punya—setidaknya satu
kesamaan kan?
Aku tersenyum saja.

/3/
Kita tak pernah selesai bercakap tentang langit,
senja, dan cuaca yang tak bisa kita terka
Percakapan kita terlalu tua
untuk malam-malam yang belum beranjak
di antara tegas matamu, aku menemukan kecemasan
Yang kausembunyikan dalam-dalam.
Tenanglah.
Kita masih punya sepasang doa—
yang semoga kelak tetap saling menjaga.


Cirebon, 01 Juni 2017



Thursday, December 31, 2020

Beberapa Puisi Dua Koma Tujuh Akhir Tahun

Gugur

Almarhum kalender bertanya:
Impianmu, apa gugur juga?

2020
———————

Unduh

Setelah berselancar, ingin rasanya mengunduh waktu
Ketakadaan

2020
———————

Sisa 

Sesalan kesalan meledak
Sisa kembang api. Gelap!

2020
———————

Kembang Api

Mari menyalakan kembang api*
Kau kembang. Aku api

31 Desember 2020
*Kata kembang api merupakan satu kata karena termasuk ke dalam kata majemuk

Herlangga Juniarko


Wednesday, December 30, 2020

Waktu adalah mesin hitung, cintaku

Waktu adalah mesin hitung, cintaku
Jam berkeloneng dingin (seperti gaung)
di kota itu. Angka-angka telah lama tahu:
bayangku akan hilang sebelum salju

Sementara kau akan tetap jalan
(seperti kenyataan). Sampai pada giliran.
Mengaku, tiap kali daun jatuh di rambutmu:
"Ternyata kenangan hanya perkara yang lucu"

Tentu. Tidak Apa. Kita tak memilih acara.
Pada angin runcing dan warna musim kau juga
akan terbiasa. Nasib telah begitu tertib.
Pada Lupa kita juga akan jadi karib.


1973
Goenawan Mohamad
*sajak ini tanpa judul
**diambil dari antologi "sajak-sajak lengkap 1961-2001" Goenawan Mohamad



Sunday, December 27, 2020

Pada Hari Ulang Tahunmu, Apa Kau Ingin Mendengar Sebuah Cerita?

:Hinata

Hi, pada malam ulang tahunmu
Aku diam-diam bertanya dalam hati
Antara kau dan gula,
Siapakah yang lebih manis?

Kue ulang tahun itu tersipu
Harapan-harapan yang malu bersembunyi dalam lilin

Nanti kalau lilin telah ditiup,
Harapan akan berubah menjadi asap
Mereka akan masuk ke dalam matamu
Dan membiarkan matamu perih dan berair

Karena begitulah harapan
Beberapa akan menjadi perih
Sedang yang lain akan menjadi airmata
Tapi mereka akan tetap tinggal
Supaya lavender matamu bisa selalu menjadi harapan

Kau tersenyum setelah mendengar cerita ini,
Walau bulan sabit yang terbit di bibirmu adalah dua sisi mata uang
Kau menyimpan bulan untuk menerangi lelakimu
Dan melempar sabit untuk membunuhku

Ah, di sini hujan. Dingin
sanggup membekukan ingatan
Semoga lelakimu mampu menjadi unggunan
api yang tak pernah padam
Selamat.


27 Desember 2020
Herlangga Juniarko


Wednesday, November 18, 2020

Beberapa Serpih dari Dongeng yang Lain

:Ryan Fadhillah Ar Rizal

I
Kau bercerita padaku perkara naga
Namun sungguh, naga tak akan pernah muncul lagi
Mereka punah dihantam pembangunan kota-kota,
kiamat yang menghancurkan zaman, 
juga meteor yang jatuh menjadi cerita

Tapi seperti juga naga, kau pun memunah
menjadi serpihan kata-kata
Wajahmu menjadi imaji yang memitoskan dirinya

Pada akhirnya, kau membayang:
menyisakan jejak-jejak dalam ruang,
tanggal-tanggal yang memudar,
suara yang menggema dalam kekosongan

Cuaca menjadi lebih rawan dari ingatan
Hujan dan kemarau dalam pikiran memburumu serupa rindu

II
Kata selamat mungkin akan membuatmu bahagia
Tapi memintamu untuk tetap tinggal adalah kesalahan
Karena selamat tinggal akan menjelmakan sunyi senyap
Tak akan ada lagi suara bising antara ranjang dan penggorengan

Semoga tiga bungkus mi instan dapat membuatmu kenyang
Dan tak menyisakan penyesalan 
yang harus dicuci bersih


Bandung, 6 Juni 2020
Herlangga Juniarko