herlangga juniarko

Powered By Blogger

Monday, March 16, 2015

Doa

oleh: Herlangga

Tuhan, demi cahaya matahari pada ufuk timur
mungkin aku adalah serpihan Kau dari kekelaman

maka bagiku, Kau adalah kutukan yang nyata
dan Kau masih menerima doa dari sudut gelap
meski doa bagiku hanyalah pelampiasan

Tuhan, terkadang aku bingung
ciptaan-Mu yang manakah yang paling menyakitkan
api neraka atau cinta?


2013

Tuesday, February 24, 2015

Daun-daun yang Berguguran Saat Senja

oleh: Herlangga


Senja ini aku teringat padamu, Rinjani. Awan yang berarak-arak menyapu kemilau matahari kemudian membuat suasana menjadi sayup. Warna langit berubah seketika menjadi melankolis. Itu semua membuatku teringat padamu.
            Di luar gerimis membuat senja semakin muram. Besi-besi yang beradu dan bergesekan dengan rel yang sempat panas membuat tubuhku terguncang sedikit. Inilah kereta yang mengantarkan jiwa-jiwa penuh rindu. Deru mesin terus bergelora membahana hingga memecah malam yang hendak terbit dari sela-sela siluet senja. Tetapi sekarang masih senja, Rinjani. Dan aku terus teringat padamu.
            Pada kaca jendela kereta, bukan pemandangan yang terhampar bebas di luar dan sehamparan pohon-pohon rindang yang membuatku terpesona, tetapi bayangan dirimu yang tak juga pergi dari kedalaman otakku dan tercerminkan di kaca jendela yang membuatku merasa bahagia. Apakah kau masih mengingatnya? Ciuman pertama kita yang terjadi ketika senja di bawah sebuah pohon rindang yang tidak aku tahu namanya, namun daun-daunnya terus berguguran tiada henti serupa gerimis.
***
“Hei, apakah kau tahu mengapa daun dari pohon ini selalu berguguran saat senja?” tanyamu saat itu.

Sunday, February 15, 2015

Kepada Siapa

oleh: Herlangga

Senja dan malam pada langit yang sama
Kau dan aku masih duduk di beranda

Kau bertanya,
“Apa yang lebih tinggi dari Bima Sakti?”
Aku ingin sekali menjawab
Tapi aku tahu, kau telah mengetahui jawabannya
Karena pada akhirnya kita memercayai bahwa semesta ini sejajar.

“Kita memercayai itu setelah berdebat tentang batas atas dan bawah langit”

Namun begitu, tetap saja.
“Aku ingin menikahimu, Rin.” kataku
“Haha, itu mudah saja” katamu
“Tergantung kepada siapa kau berdoa” kau menjawab seperti itu.


Desember, 2014

Thursday, September 18, 2014

Persensoran Indonesia Terlalu “Lebay”


oleh: Herlangga Juniarko

            Pernah menonton televisi dengan adegan perkelahian? Tentu saja setiap orang yang mempunyai televisi sudah pernah melihat adegan seperti itu minimal sekali dan pasti menyadari bahwa terasa ada sesuatu hal yang hilang dalam adegan perkelahian tersebut. Ya, adegan pukulan pada pertelevisian Indonesia pada akhirnya disensor secara mentah-mentah!
            Sensor dalam pertelevisian sebenarnya adalah sebuah penghilangan suatu adegan, suara atau hanya mengaburkan gambar dalam sebuah film. Fungsinya sendiri tidak lain adalah untuk memberikan kenyamanan setiap penonton dengan tayangan yang aman dan sesuai. Dengan begitu sensor pun bisa menyesuaikan dengan jam tayangan dan target penonton. Misalnya di jam tengah malam tentu tidak akan terlalu banyak disensor karena jam tayang yang khusus dan target penonton yang rata-rata dewasa. Berbeda dengan tanyang pada “prime time” atau jam yang sedang ramai, maka penyensoran dilakukan lebih hati-hati kerena jam tayang yang umum dan target penonton yang mencakup semua umur.

Tuesday, September 16, 2014

Pembaca Anak


oleh: Herlangga

            Buku adalah jendela dunia. Itulah yang biasa kita dengar dari berbagai media. Seseorang dapat mendapat berbagai macam pengalaman hidup dengan membaca. Buku juga adalah sarana memanusiakan manusia, karena pada hakikatnya sebuah karya adalah gambaran dari budaya masyarakatnya.
            Oleh karena itu, orang tua yang baik adalah orang tua yang mengajarkan anaknya membaca sejak dini. Dengan mengajarkan anak-anaknya membaca sejak dini tentu saja akan semakin mempercepat asupan pengetahuan dan pengalaman kepada anak. Ini juga penting bagi daya perkembangan psikologi anak. Perkembangan intelejensi juga akan sangat cepat berkembang.
            Tetapi tentu saja bacaan yang diberikan kepada anak tidak mentah-mentah disamakan dengan bacaan umum. Bacaan untuk anak-anak pastinya berbeda dari segi cerita juga bahasa yang digunakan. Bahasa untuk anak-anak yang baik adalah bahasa yang ringan dan mudah dicerna. Biasanya pula buku untuk anak-anak memuat gambar-gambar yang menarik untuk meningkatkan imajinasinya.
            Namun, itulah maslah utamanya. Saat ini buku bacaan untuk anak-anak