herlangga juniarko

Powered By Blogger

Thursday, July 9, 2026

Pertanyaan-pertanyaan dari Seorang Wanita Kepada Langit Siang Ini

:Nana

Seorang wanita duduk di sotoh rumahnya sambil menatap langit siang yg cerah dan bertanya,

1. Apa yang membuatmu tertekan selama ini?

Aku cukup tertekan, jawab bunga matahari. Saat hujan, aku tak bisa mengikuti matahari di langit. Aku tak menyukainya.

Aku menyukai hujan, kata langit. Hujan membuat lega dan langit menjadi lebih cerah. Aku merasa, orang-orang tak pernah menyukai langit siang yang kemarau. Maka dari itu, aku merasa tertekan dengan harapan orang-orang yang membutuhkanku sementara aku harus menjadi hujan di tempat lain.

Matahari yang melihat diskusi ini, hanya diam saja. Toh, dalam keadaan apa pun, ia akan tetap ada. Entah itu hujan atau kemarau. Siang atau malam. Matahari akan tetap ada dan bergerak dalam orbit.

2. Apa yang kau lakukan di umur 23 tahun?

Entahlah, jawab bunga matahari. Aku hanya hidup sementara. Bahkan tidak sampai bertahun-tahun. Setelah beberapa minggu, aku akan mati. Tetapi jangan khawatir, toh aku akan menyemai menjadi bunga yang lain.

Aku lupa bagaimana kehidupan di umur 23, kata langit. Tetapi jika tidak salah ingat, saat muda aku sangatlah nakal dan berbahaya. Dulu, aku tidaklah biru, tetapi gelap. Ah ya, mungkin karena itu pula sekarang bulan perlahan menjauh. Tidak apa-apa. Toh segala hal pasti mempunyai masa nakal. Lagi pula, saat ini aku sudah menjadi biru yang lebih tenang.

Matahari yang melihat diskusi ini, hanya diam saja. Ia bahkan tak akan ingat kapan atau bagaimana. Selama hidup, ia telah melihat segala hal. Kedatangan dan kepergian. Kehidupan dan kematian. Pada akhirnya, tak ada yang berharga.

3. Apa yang kau lihat dariku?

Kau menyukai bunga matahari, itulah sebabnya aku ikut menjawab, kata bunga matahari. Tak bisa dipungkiri, bagaimana pun, aku memang suka jika orang-orang menyukaiku. Itu sebabnya kau seorang yang istimewa.

Aku melihatmu sebagai orang biasa, kata langit. Tak ada yang spesial. Seperti 8 milyar orang lainnya yang harus kujaga. Seperti 8 milyar orang yang selalu berharap padaku. Sama saja.

Matahari yang melihat diskusi ini, hanya diam saja. Ia merasa bahwa ia adalah yang paling penting. Itulah sebabnya ia terus bergerak sampai mati.


Bandung, Juni 2026


1 comment: