herlangga juniarko

Powered By Blogger

Friday, December 6, 2013

Jati Diri Sastra dalam Masyarakat

oleh: Herlangga Juniarko


            Sastra merupakan salah satu bentuk seni yang berupa bahasa. Dalam masyarakat, bahasa merupakan bagian penting dari kehidupan. Bahasa menjadi alat komunikasi masyarakat secara keseluruhan, sehingga sastra pun menjadi bagian penting yang membangun perkembangan bahasa.  Dengan begitu, sastra tidak akan terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
            Perkambangan sastra berbanding lurus dengan kehidupan berbahasa manusia. Sastra yang dapat berfungsi sebagai hiburan mampu dengan mudah diterima masyarakat. Hal itu terjadi karena manusia pada dasarnya menyukai keindahan dan sastra merupakan keindahan berbahasa.
            Dalam masyarakat, sastra memiliki beberapa fungi tersendiri. Pertama, sastra yang tercipta pada masyarakat akan memperlihatkan kehidupan masyarakat berfungsi untuk menilai masyarakat tersebut. Kedua, sastra dapat menggerakkan masyarakat untuk melakukan suatu hal menurut keinginan si pembuat sastra. Ketiga, sastra dapat memperlihatkan masa depan dari suatu masyarakat.
            Sastra yang tercipta pada suatu masyarakat merupakan cerminan dari masyarakat tersebut pada saat itu. Sebagai contoh, jika suatu masyarakat merupakan masyarakat yang melankolis, maka sastra yang terbentuk pun akan menjadi melankolis. Begitu juga, jika suatu masyarakat merupakan masyarakat yang bebas, maka sastra yang terbentuk pun akan penuh dengan gebrakan kreatif.

            Cerminan masyarakat pada sastra dapat terjadi karena adanya ketidakterpisahan antara masyarakat dan bahasa yang merupakan bahan baku sastra. Dangan menjadikannya sastra sebagai cermin masyarakat maka seseorang dapat dengan mudah menilai suatu masyarakat pada saat itu.
            Selanjutnya, sastra dapat mengajak suatu masyarakat untuk melakukan suatu hal. Hal ini terjadi karena sastra memiliki sifat mengajak atau mempengaruhi seseorang. Sastra yang mudah berterima di masyarakat akan mudah pula menyebar dan mempengaruhi masyarakat. Sebagai contoh, puisi-puisi  pada zaman sebelum Indonesia merdeka mengajak masyarakat untuk berjuang melawan penjajah, dengan pengaruh dari sastra yang mengajak seseorang berpikir maka sastra akan secara langsung masuk ke dalam renungan setiap orang, sehingga masyarakat pun berjuang dengan sungguh-sungguh melawan penjajah.
            Pada dasarnya masyarakat memang akan dengan mudah merenungkan tentang isi dari sastra yang ia dapat, karena manusia memang menyukai keindahan. Itulah sebabnya sastra yang merupakan keindahan bahasa dapat dengan mudah mengajak manusia untuk merenungkan isi dari sastra dan akhirnya mengajak pemikirannya untuk melakukan suatu hal.
            Sastra yang mengajak dapat pula menjadi sebuah kritik segar bagi suatu masyarakat untuk memperbaiki diri. Pengkritikan memang sangat efektif melalui sastra. Sastra dapat memukul begitu keras, juga pula hanya menepuk tegur suatu masyarakat agar tersadar dari keburukan. Sifat perenungan dari sastra tadilah yang mempu membuat sastra melakukan pengkritikan dengan efektif.
            Selain mengkritik, sastra dapat pula memuji suatu masyarakat sebagai ajakan untuk meningkatkan kinerja sistem yang sudah baik pada masyarakat. Dengan keindahan, masyarakat akan menjadi ternilai sebagai masyarakat yang baik. Maka dengan begitu, masyarakat akan terpicu untuk mempertahankan dan meningkatkan system yang ada pada masyarakatnya.
            Setelah seseorang memahami isi dari sastra, maka aksi pun akan terjadi. Saat itulah seseorang dapat meliahat masa depan dari masyarakat tersebut. Sastra yang merupakan cerminan dari suatu masyarakat dapat pula memprediksi cerminan masa depan dari suatu masyarakat.
            Pada sastra memiliki jalur ajakan yang ditempuh untuk membuat sebuah masyarakat berubah menjadi suatu masyarakat lainnya. Jika seseorang dapat melihat dan merenungkan jalur tersebut maka orang tersebut akan mampu melihat masa depan dari masyarakat tersebut. Analoginya, jika suatu masyarakat berada pada sebuah jalan dengan banyak cabang, maka sastra adalah penunjuk arah, lalu seseorang dapat memprediksi jalan mana yang akan diambil oleh masyarakat tersebut dan seperti apa ujung dari jalan yang diambil melalui pengamatan terhadap petunjuk arah dan masyarakat tersebut, maka di sanalah seserorang itu dapat melihat masa depan dari masyarakat yang ia amati.
            Dengan melihat pada fungsi sastra, maka dapat disimpulkan bahwa sastra merupakan bagian penting dari masyarakat dan merupakan hal yang tak bisa diabaikan sama sekali. Dalam hal ini, penulisan karya sastra pun menjadi sangat penting. Menjaga tulisan sastra agar tidak mencerminkan diri sebagai masyarakat yang buruk akan sangat penting pula untuk menjaga citra diri masyarakat.
            Dampak karya sastra yang meluas dapat membuat pencerminan diri menjadi meluas pula. Menjaga agar karya sastra tidak berdampak buruk bagi citra sangat penting karena hal itu dapat merusak keharmonisan dalam suatu masyarakat. Seperti sebuah peribahasa, karena nila setitik, rusak susu sebelangga, seperti itulah seseorang yang membuat karya sastra untuk menjelekkan suatu masyarakat.
            Menjelekkan dalam hal ini maksudnya adalah memiliki maksud untuk menjatuhkan citra masyarakat. Sebagai contoh seseorang yang mengkritik habis-habisan suatu masyarakat, tetapi tidak memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada. Maka hal itu dapat digolongkan sebagai menjelekkan suatu masyarakat karena telah membuka aib dari suatu masyarakat.
            Selain itu, membuat tulisan pun harus bermanfaat. Kebermanfaatan suatu karya sastra dalam mempengaruhi masyarakat akan memiliki dampak positif. Dampak positiflah dalam karya sastralah yang dapat membangun masyarakat menjadi lebih baik. Sebagai contoh dari karya sastra yang positif pada masyarakat adalah suatu karya yang memberikan saran pada masalah-masalah yang terjadi pada masyarakat tersebut atau setidak-tidaknya dapat menghibur.
            Setelah menulis karya sastra yang positif, maka seseorang mampu memprediksi arah mana yang dituju dalam pembentukan suatu masyarakat. Ia pun hendaknya bertanggungjawab atas apa yang telah dilakukannya, sehingga ia baiknya terus mengawasi agar pembentukan tidak salah jalur.
            Terus menulis untuk memberikan saran, seperti juga memberikan suatu petunjuk arah jalan agar tidak tersesat. Karya sastra yang baik akan terus memberikan petunjuk yang benar dari suatu pertumbuhan masyarakat. Petunjuk yang sesat seperti pula memberikan racun setelah memberikan air murni pada masyarakat. Maka hal tersebut sangatlah tidak baik.
            Akan tetapi, pengawasan dalam pembentukan masyarakat melalui karya sastra layaknya perang pemikiran. Karya sastra yang memerlukan perenungan tetunya akan mampu mencapai pemikiran dari setiap orang. Pemikiran yang salah pun dapat dengan mudah pula diterima, maka pemikisran yang mampu meraih pemikiran paling dasarlah yang mampu diterima oleh masyarakat.
            Jadi penulisan karya sastra sangat perlu memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, tentang apa, juga kebermanfaatannya. Semua itu sangat penting agar penulisan karya tidak menjadi sia-sia, sehingga hanya menjadi batu kerikil dalam sejarah kesastraan. Sebagai contoh, karya-karya sastra yang mendunia adalah karya-karya sastra yang mampu bermanfaat, mampu mengajak, dan menjadi pelopor untuk menjadi kepala dari karya-karya yang mengawasi perubahan masyarakat.
            Penulisan karya sastra juga sebaiknya mementingkan hasrat hiburan dari masyarakat, agar tidak menjenuhkan. Selain itu, karena sastra merupakan keindahan berbahasa maka sangat perlu menyentuh hati dari pembacanya, yaitu masyarakat. karena keindahan-keindahan itu merupakaninti dari sastra.
            Karya sastra dapat menjadi besar dan tercatat dalam sejarah hanya dengan penulisan yang baik, pemikiran yang mendalam, dan perenungan yang menyeluruh. Dengan begitu. Suatu karya sastra tidak akan menjadi sia-sia karena telah bermanfaat bagi masyarakat. Itulah jati diri sastra yang sebenarnya bagi masyarakat, yaitu menjadi bermanfaat, menghibur dan tetap indah.

No comments:

Post a Comment