Rin, kau pernah berkata
Bahwa cinta seperti juga agama.
Ia akan menjadi racun
Sekaligus penawar bagi tubuh
Yang menyebabkan candu
Seseorang akan menjadi petualang
Saat ia mencari cinta
Puisi-prosa terbentuk
Seperti ceramah yang sama isinya
Begitu pula aku,
Seorang petualang yang tersesat di matamu
Mendengarkan kembali segala ceramah
Sebagai penahan candu
Kau yang membeku di mataku
Tak bisakah mencair
Dan mengalir saja sampai ke dada?
Kuharap kau bisa menjadi penawar-pereda
2019
Herlangga Juniarko
*diambil dari buku puisi "Hujan, Terima Kasih"
Wednesday, August 5, 2020
Sunday, July 19, 2020
Pada Suatu Hari Nanti
pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri
pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati
pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau tak akan letih-letihnya kucari
1991
Sapardi Djoko Damono
*diambil dari "Hujan Bulan Juni"
** saya simpan puisi ini sebagai kenangan bahwa hari ini 19 Juli 2020 beliau telah melepaskan diri dari kefanaan dan menjadi abadi
Terimakasih dan selamat tinggal, Pak Sapardi.
Saturday, June 13, 2020
Beruang
Masa lalu adalah beruang dengan setelan jas tanpa celana
Menyusuri gang-gang sempit menuju rumahmu
Setelah kau menyajikan secangkir teh, ia bertanya,
“Di mana kau letakkan masa?”
Kau tak pernah tahu masa apa yang dimaksud
Yang menjadi hari atau halusinasi
Tapi kau tak ingin salah menjawab
Agar darah tak menjadi pakaian
Agar tak ditampar oleh cakar beruang dengan jam tangan di pergelangan
Maka kau menjawab,
“Entahlah”
Semoga beruang itu berubah menjadi teddy bear, pikirmu
Ah, masa bodoh!
2020
Tuesday, December 3, 2019
Sajak Tentang Kopi, Lili, dan Segala Hal yang Kau Suka
oleh: Herlangga
:Jonas George
:Jonas George
Orang-orang mulai menyukai seduhan kopi, potongan senja, dan alunan indie
Namun kau masih saja menyukai petikan absurd dari samurai gitar
Mungkin kau berpikir:
Terlalu banyak kopi bisa membuat kembung
Atau membuatmu lebih lama di dunia lain
Kopi akan menjadi musuh
Kecuali perempuan yang membuatnya
Perempuan mungkin seperti juga bunga lili bagimu
Keindahannya tak pernah memenangkan atau dimenangkan
Lagipula, jika setangkai lili lama sendiri tanpa pemilik mungkin ia akan menjadi ronin
Thursday, February 28, 2019
Waktu Telah Berkhianat dan Berubah Menjadi Kemarau
oleh: Herlangga
Hujan itu seperti kenangan yang tak kunjung usai
Kata-kata menjadi beku dalam kemarau
Ya! Kemarau dan angin gersang masih saja berdiri seperti kau
Mengucapkan hal-hal yang tak menarik atau
Cuaca yang tak kunjung romantis
Segalanya menjadi kering
Padahal hujan menderas dan membuat kita menggigil
Rin, pada kesepian yang membeku
Benarkah waktu telah mengkhianati kita
Atau
Hanya dalam ruang imaji kita berjumpa
Meja, kursi, dan pintu membeku
Hujan menghentikan waktu
“kita masih menjadi imaji” katamu
Kenyataan adalah kata benda paling menyakitkan
Sedangkan berjumpa adalah kata kerja paling maya
Sungguh apalagi yang dapat dibahas selain aku, kau,
Dan kaki yang menginjakkan dirinya di lantai batas
Aku merindukanmu.
Bandung, 2 Januari 2019
Hujan itu seperti kenangan yang tak kunjung usai
Kata-kata menjadi beku dalam kemarau
Ya! Kemarau dan angin gersang masih saja berdiri seperti kau
Mengucapkan hal-hal yang tak menarik atau
Cuaca yang tak kunjung romantis
Segalanya menjadi kering
Padahal hujan menderas dan membuat kita menggigil
Rin, pada kesepian yang membeku
Benarkah waktu telah mengkhianati kita
Atau
Hanya dalam ruang imaji kita berjumpa
Meja, kursi, dan pintu membeku
Hujan menghentikan waktu
“kita masih menjadi imaji” katamu
Kenyataan adalah kata benda paling menyakitkan
Sedangkan berjumpa adalah kata kerja paling maya
Sungguh apalagi yang dapat dibahas selain aku, kau,
Dan kaki yang menginjakkan dirinya di lantai batas
Aku merindukanmu.
Bandung, 2 Januari 2019
Subscribe to:
Posts (Atom)




