herlangga juniarko

Powered By Blogger

Thursday, October 6, 2011

Lautan Hijau

Nusantaraku...
Kau adalah sebuah hamparan
Hamparan lautan hijau nan luas
Membuat elok dipandang mata

Disana...
Tempat para pria tangguh
Pengasuh sejati lautan hijau
Hingga berubahnya sang hijau

Tapi...
Itu zaman dahulu
Yang menjadi pusat keindahannya
Mengalahkan segala keelokan

Kini...
Semua telah berubah
Lautan hijauku telah hilang
Berganti kepulan asap hitam


Herlangga Juniarko

Pusing

Putaran lelah melekat pekat
Menyatukan otak kiri dan kanan
Bagai batagor dan pecel
Tercampur menggila-gila

Semua kan jadi dua
Terbayang bakso di depan gerbang
Paksaan yang mengenaskan
Membuat kepala hancur

Terpikir tatapan kosong
Jin hingga setan di depan
Bintang bersinar di bulu mata

Kotoran melebur di otak ku
Lemah, letih, lesu, lelah, lunglai
Aku sangat anemia


2011
Herlangga Juniarko

Dunia

C i t a
H    m
a    I
D    k
a    U
P    n
C i t a


2011
Herlangga Juniarko

Aku Dalam Rumus Cintamu

Kau dan aku begitu kongruen
Sedemikian rupa sehingga sebangun
Sesempurna lingkaran berjari-jari 7
Setegak segitiga siku siku

Meski momen inersia berlaku
Aku akan membuatmu melaju
Sehingga selalu berlaku
Aku akan terus hingga habis gayaku

Walau gravitasi menghalangiku
Jalan bagai sumbu Y yang naik
Yang bergaya gesek nol
Kau akan tetap padaku

Aku tak akan hilang di dentum
Aku tak musnah oleh asam lambung
Aku tak akan kembali ke tanah
Tapi aku akan menyebar di setiap vena


2011
Herlangga Juniarko

Pengandung

Dikaulah sinar violetku
Tegakkan aku di ujung sunyi
Yang terkapar diantara lembahku
Ku inginkan ingatan ini

Dikaulah atom Carbonku
Pegangi aku di tiap lenganmu
Seperti purnama dulu
Yang nyata dititik itu

Dikaulah atom hidrogenku
Netralkan aku ke pH 7
Sehingga menjadi buffer yang utuh
Iringilah sampai purnama menjadi dadu

Pengandungku...
Engkau jauh lebih mulia
Yang lebih dari gas mulia


Herlangga Juniarko