herlangga juniarko

Powered By Blogger

Monday, November 24, 2025

Ciuman Berwarna Biru

Lelaki itu tak tahu
Untuk tiba pada sebuah ciuman
Tak perlu menyalakan gairah
Di antara belahan dadaku

Sebab bibir yang kadung gemetar
Tabiatnya memang menjalar
Seperti semak belukar garing
Yang fasih menciptakan percik api

Sebab cinta kadung basah
Dihujani dusta yang gagah
Dan benar kiranya jika diriku
Telah takluk sebelum ada peluk

Lelaki itu tak tahu
Ciuman adalah lorong gelap
Tak perlu mengatupkan mata
Agar yang fana jadi purna dan biru


Astrajingga Asmasubrata
*diambil dari antologi puisi "Ciuman Berwarna Biru"


Tuesday, March 18, 2025

Aku Ingin

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


1989
Sapardi Djoko Damono
*diambil dari Antologi Puisi "Hujan Bulan Juni"


Friday, February 14, 2025

Rasa Cokelat di Bibirmu

: Rinjani

Pantas saja,
Cokelat yang sedang kumakan ini
Terasa sangat pahit
Tak kusangka semua manis
Pindah ke bibirmu

Hei lihat!
Kau pun tersenyum
Ingin sekali kucium
Tetapi nahas,
Seluruh manis yang tadi pindah
Bertindak sebagai penjaga

Tanpa bahasa yang bisa basi
Mereka mengatakan seluruh
Realita yang memisahkan kita

Aku tentu kaget
Kulihat kembali rasa
Cokelat yang kumakan
Mungkinkah sebenarnya
Asam manis atau pedas manis?


14 Februari 2023
Herlangga Juniarko


Thursday, January 30, 2025

Menikmati Akhir Pekan

Aku benci berada di antara orang-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.

Aku senang berada di antara orang-orang
yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri.


Aan Mansyur
*diambil dari Antologi Puisi "Melihat Api Bekerja"


Friday, December 27, 2024

Untukmu, Sebuah Sajak Api di Lilin Ulang Tahun

:Hinata Hyuga⁣

Hai Hinata,⁣
Meskipun hari ini kau berulang tahun⁣
Aku tetap berharap malam ini gelap akan mengepung⁣
Supaya kita bisa menyalakan lilin⁣
Sekalian merayakan halusinasi⁣

Nanti, aku akan bercerita⁣
Bahwa api di dalam dadaku lebih bergelora⁣
Kau bertanya, “kenapa?”⁣
“Tentu saja, karena kau ada,”⁣
Jawabku sambil menepuk dada⁣
Kemudian api lilin berisi doa di hadapanmu⁣
Meliuk malu⁣

Ah, tahun baru nanti⁣
Apakah perlu kubentur-benturkan dimensi⁣
Segala yang nyata dan yang fiksi?⁣
Agar terpercik api⁣
Dan malam bermekaran menjadi kembang⁣

Nanti, di malam tahun baru juga⁣
Lavender matamu akan memetakan malam⁣
Yang berwarna dan berwarni⁣
Karena tak lupa, akan kusebarkan pula⁣
Doa di lilin yang kau tiup⁣
Ke setiap api yang bermekaran di langit⁣

Hai Hinata,⁣
Dalam sajak yang berapi-api,⁣
Sekali lagi ⁣
Kubuat kau tak pernah mati⁣


27 Desember 2024⁣
Herlangga Juniarko