herlangga juniarko

Powered By Blogger

Wednesday, December 1, 2021

Tangis Rahwana

terpisah dari tangkai cintamu
mengapa jiwaku
seperti damar padam
di tengah malam buta?

lebih subur dari sehampar rumputan
yang tumbuh di tegalan;
Sita, belahan hidupku, rahmat atau kutukkah
benih cinta yang rimbun menghijau di dada?

jika kehendak Dewata
mengapa pertemuan dan perpisahan
sungguh duri di hati? O, Hanoman,
duta agung Sri Rama
apa kuasamu menghukum diriku

seperti ini? Sungguh sedikit pun
tidak aku takuti kematian datang menjelang
selain sesal yang dalam; mengapa aku
harus berpisah dengan mawar cintaku

malam alangkah dingin
hingga ke tulang


1986
Soni Farid Maulana
*diambil dari Antologi Puisi "Sehampar Kabut"



Sunday, October 31, 2021

Haloween

:Sendy Ariani

Mencintaimu adalah rasa penasaran
yang tumbuh merambat serupa anggrek
Masih kuingat pula
ungu di tubuhmu saat pertama bertemu
Bola disko dan peti mati hanyalah media
menyihir seorang lelaki untuk menyusuri
tiap getar tari di tubuhmu

Setelah halloween night*,
sunyi menjadi sahabat bagi para candu
Sedang rindu ialah tiap cengkok
yang kauperdengarkan dalam tiap napas
semoga nantinya tak menjadi konco mesra*

Ada pula tahun-tahun yang sepi tanpamu
yaitu hantu-hantu yang menjelma suara
Sehingga cinta bergema* dalam situs-situs penayang
yang menerawangkan dirimu

Semoga kau bahagia.


2019
*Judul lagu yang pernah dinyanyikannya
**diambil dari antologi puisi "Hujan. Terima Kasih"



Wednesday, October 20, 2021

Menjadi Hujan

Percayalah!
Pada suatu hari yang gersang aku akan turun
Sehingga kau dapat berteduh di halte
bersama kekasihmu
Agar kau dapat merangkai hujan menjadi air mata
Dan membiarkan kekasihmu menjadi selimut
atau sekadar saputangan di dada

Kelak kau akan bercerita
Bahwa hujan membuatmu terluka
Dingin akan membunuhmu
seperti kesumat dalam dadaku
Semoga kekasihmu bisa menjadi gelora


2019
Herlangga Juniarko
*diambil dari Antologi Puisi "Hujan. Terima Kasih"




Tuesday, September 7, 2021

Menderas

Menderas di darah
    Aku yang lain, ya allah

Menderas. mengalir kepadaku
    Seperti aliran sungaiku ke lautnya

Menderas, menggelombang
    Seperti ombaknya pada airku

Kami ganti mengganti
    Saling mengaku, mengia, mengaku

Kami berdenyut bagai satu
    Kami bergiliran bagai dua

Kami menghilang, menjelma aku
    Sesukanya, sesuka kami, sesukaku

Kami bercanda, siang malam bercanda
    Bermain-main hidup di dunia


1986
Emha Ainun Nadjib
*diambil dari antologi puisi "Cahaya Maha Cahaya"



Sunday, September 5, 2021

Sajak Cinta Seorang Hamba

Aku mencintaimu dari segala arah
dari seluruh penjuru, maka bagimu
tak ada satu ruang pun di dunia
bahkan di luar alam semesta
yang luput dari puji-pujianku.

Aku mencintaimu di masa lalu
kini dan waktu yang akan datang
maka tak berlalu sedetik pun
dalam hidupmu, tanpa doa-doa
terbaikku.

Tak satu hal pun darimu
yang tak aku puja dan tak ingin
aku jaga, bahkan mimpi
dan sehelai bulu matamu.

Tak satu titah pun darimu
yang tak aku dengar dan tak ingin
aku patuhi, bahkan jika suatu hari nanti
kau menyuruhku untuk berhenti
:
sebab aku mencintaimu
aku berhenti mencintaimu


2021
Edwar Maulana
*diambil dari Instagram Story Edwar Maulana