herlangga juniarko

Powered By Blogger

Tuesday, October 16, 2012

Kupu-kupu

oleh: Acep Zamzam Noor

Selembar daun kering
Jatuh sudah. Dan taman tersenyum
Bunga-bunga mengangguk di sekitarnya

Sebutir embun (mungkin airmata)
Di panggung daun yang jatuh
Menjadi doa. Kupu-kupu terbang entah ke mana


*dari antologi "Tulisan Pada Tembok"

Mirat Muda, Chairil Muda


di pegunungan 1943

Dialah, Miratlah, ketika mereka rebah,
Menatap lama ke dalam pandangnya
coba memisah matanya menantang
yang satu tajam dan jujur yang sebelah.

Ketawa diadukannya giginya pada
mulut Chairil; dan bertanya: Adakah, adakah
kau selalu mesra dan aku bagimu indah?
Mirat raba urut Chairil, raba dada
Dan tahulah dia kini, bisa katakan
dan tunjukkan dengan pasti di mana
menghidup jiwa, menghembus nyawa
Liang jiwa-nyawa saling berganti. Dia
rapatkan

Dirinya pada Chairil makin sehati;
hilang secepuh segan, hilang secepuh cemas
Hiduplah Mirat dan Chairil dengan deras,
menuntut tinggi tidak setapak berjarak
dengan mati

1949

Chairil Anwar

Monday, October 15, 2012

Bermula dari Tuhan yang Maha Romantis



oleh: Syaifuddin Gani



Ya Tuhan yang Maha Romantis,jadikanlah

aku puisinya
dan
dia puisiku
Terimakasih banyak

(2011)

Denyut

oleh: Sutardji Calzoum Bachrie

akan kau kau kan kah hidupmu?
kau nanti kau akan kau mau kau mau

siapa yang tikam burung yang waktu
waktukutukku waktukutukku waktukutukku waktukutukku

kapan kau sayap diamnya batu
battuba battubi battubu

yang langit yang gapai yang sangsai
denyutku denyutku denyutku





1973

Sunday, October 14, 2012

Sajak-sajak Kecil Kepada M

oleh: Agus Noor

Sajak ini doa, tangan yang menampung luka, yang menjagamu, agar kau tak pernah merasa sendirian, dan ditinggalkan.

Mencintaimu merupakan caraku berdoa setiap hari, untuk semua kebahagiaan kita.

Aku telah belajar merasakan pedih, lewat ciuman-ciumanmu yang lembut dan menanggung duka dunia.

Kupandangi langit lembut itu, seakan berada dalam keluasan matamu; dan kutemukan sebuah dunia, yang lebih ajaib dari surga.

Kekasihku, selalu ada yang pantas kita muliakan, yang membuat kita akan terus bertahan, bahkan dalam kepedihan.

Aku punya cara sederhana mencintaimu: dengan selalu mendoakan kebaikan dan keselamatanmu…

Sesuatu, yang kausebut kenangan, telah membukakan padaku rahasia, cara mencintaimu tanpa pernah merasa kehilangan.

Kangen ini. Laut tak bertepi…

Entah kenapa, aku ingin membelikanmu jaket, yang setiap kali kaupakai, akan juga menghangatkan kerinduanku.

Aku masih saja menerka-nerka, lebih merah mana, senja ataukah luka, yang kau sembunyikan sekian lama.

Ada banyak cara berbahagia; satu-satunya cara yang tak pernah kubisa ialah melupakanmu.

Duka hanyalah mentega yang meleleh di penggorengan panas.

Senja yang muram, selalu mengingatkan pada ciuman kita yang tergesa dan gemetar.

Ada saat-saat ketika mencoba melupakanmu, semua benda yang dulu pernah kita sentuh, seperti berbicara kembali tentang kamu.

Darimu aku faham, bila airmata ialah rahasia penciptaan Tuhan, yang paling menakjubkan.

Malam, sesungguhnya, tak pernah memejam. Ia hanya diam-diam menyembunyikan luka kita dalam kelam, agar kita bisa tidur tentram.

Aku akan jadi doa malammu. Sementara kau perlahan memejam tentram, aku akan menggapai langit: mengetuk pintu surga bagimu.


*dari blognya