herlangga juniarko

Loading...

Friday, August 5, 2016

Langit Masih Menjadi Rahasia, Katanya

oleh: Herlangga

: Riski Riyadi

lelaki yang bergitar itu masih melantunkan sendu
matanya sobekan matahari senja
senar gitar adalah kenangan yang ia petiki sedikit demi sedikit
nadanada yang nanar
ada yang ingin keluar dalam ruangan yang remang

ah, kenangan adalah remangremang lampu,
sisa abu rokok di dalam asbak,
juga kopi hitam antara pekat malam

sekali waktu ia bercerita
mengenai cinta (mungkin)
yang ia lupa kapan

aku tahu. Ia juga menyembunyikan langit
di bawah bantal atau ranjangnya
setelah ruangan yang sesak emosi itu gelap
(ah ada air di dalamnya, entah darimana)


31 Juli 2016

Saturday, July 30, 2016

NEET

oleh: Herlangga

"Sampah"
ah pada akhirnya, ia mendengar
Jarum jam menusuk dada dan kepala

"Sampah. Seharusnya buang saja ke tong sampah", katanya
Sambil mengasah tangan pada leher
Ia sudah kehabisan ruang dan tali

Bahkan untuk pulang pun tak ada tali
Pikirnya.


2016

Sunday, July 3, 2016

Perih

oleh: Herlangga

Sepanjang jalan, macet membawa perih
“Tidak,” katamu.
Perih adalah jarak tak kasat mata antara kita

Kemudian bianglala berputar di atas kepala

Sudah seminggu tangan ini berdarah
Tersayat kata saat mengupas puisi
Dan menghasilkan perih

Kau tahu, darahku tak pernah melihatmu
Dalam dekade. Ia masih merindui perih


2016

Wednesday, May 4, 2016

Sekedar Kunang-kunang

oleh: Herlangga

Celaka!
Aku masih mengingat hari ketika pertamakali orangtuamu tersenyum karenamu
Hari yang kau (sempat aku) keramatkan

Tak Mungkin!
Bayanganmu masih lekat pada imaji
Tak bisakah kau sekedar menjadi kunangkunang dalam belenggu waktu?

Karena sungguh!
Aku tak ingin kunangkunang kembali menjadi kupu
Jadi, tak bisakah kau sekedar menjadi kunangkunang dalam ruang kenangan?


27 April 2016

Saturday, April 16, 2016

Sajak Kartu Bergambar

oleh: Herlangga

Pada ruang yang sepi
kata-kata kita lesap menjadi ribuan kilometer

Di tangan, dua buah kartu bergambar dan bernama
Dante dan Beatrice
Masih cintakah?
Mereka tak kawin
Ya

Memepatkan angkasa menjadi seluas kartu
kemudian menjadi abadi

aku berkata:
"Divine Comedy hanya omong kosong.
Mana mungkin seorang lelaki rela pergi ke neraka
demi seorang wanita yang tak dikawin"

Pada ujung semesta, kau berkata
"Seperti kita?"


2016