oleh: Herlangga
Sudah lebih dari satu dekade
Cinta bersemi dan berbunga terus
Dari pohon yang kau dan ia tanam
Dalam dada setiap kalian
Sedang bunga membentuk tali yang mengikat
Namun masa telah sampai
Lelaki itu kau tinggalkan
Demi suatu hal yang tak jelas
Dan lelaki itu tak sempat memberi saran
Atau sekedar mengucap salam
Kau selalu berkata padanya
Bahwa ketika burung merpati sudah terikat
Maka esok hari akan bertemu kembali
Bersama menjadikan sarang yang kuat dari segala
Dan kau selalu berkata begitu
Setiap kali lelaki itu menginginkanmu
Kemudian kau berjalan menjauhinya
Dalam kekosongan yang sangat mencekam
Lelaki itu sadar akan tembok yang telah kau bangun
Lebih tinggi dari rindunya terhadapmu
Di langit yang mulai temaram
Dan purnama yang tertutup rintik hujan
Ia tutup pula album tentangmu
Disimpannya dalam peti tak bernama
Lalu dibuangnya kunci itu
Supaya tak ia temukan lagi kunci yang mampu
Membuka kembali kenangan yang telah menggoresnya
Dan ketika kau menerima puisiku
Ia telah melupakan album tentangmu
Mungkin juga semakin melebarkan luka
Yang telah kau goreskan di hatinya
Dan ketika aku membacakan sebuah puisi tentangmu
Tiba-tiba kau menemukan kunci yang telah dibuangnya dahulu
Dan kau ingin sekali mengembalikan kunci itu
Atau juga membuka kembali album kenangan
Yang ada dalam peti hatinya
Karena puisiku belum merasuk benar dalam hatimu
Kau pun mendatanginya dengan seulas senyum harapan
Sambil membawa kunci itu ke hadapnya
Ia pun memberikan album itu padamu
Kemudian pergi menjauhimu
Ketika sepasang burung berpisah
Maka luka akan tergores kejam dalam hati
Dan akan terus berbekas sampai nanti
Kata lelaki itu padamu dengan penuh sesak
Kau pun terus mengharapkannya
Sedang ia tak lagi mampu terbang ke arahmu
Langit mendung menaungimu kini
Dan tak seorang pun kau temui di sana
Kecuali lelaki yang tengah berjalan menjauhimu
Seinchi setiap detiknya
Meskipun setiap rintik hujan
Adalah cintamu pada lelaki itu
Akhirnya di sebuah kafe yang sarat kenangan
Aku menemanimu kembali
Mencoba memasukkan kembali puisi dalam hati
Meskipun pandangan hatimu terus menuju lelaki itu
Dan di sana pula lelaki itu tegak dengan penuh goresan
Yang telah kau goreskan di hatinya
Sebanyak kata dalam puisi yang aku masukkan dalam hatimu
Aku kembali mencintainya
Katamu sambil membaca puisiku
Sesungguhnya beruntung sekali lelaki itu
Karena telah mendapatkan cintamu dengan utuh penuh
Kau iri padanya?
Katamu lagi dengan menatapku teduh
Ya
2012
No comments:
Post a Comment