herlangga juniarko

Powered By Blogger

Saturday, July 30, 2016

NEET

"Sampah"
ah pada akhirnya, ia mendengar
Jarum jam menusuk dada dan kepala

"Sampah. 
Seharusnya buang saja ke tong sampah", katanya
Sambil mengasah tangan pada leher dan nadi
Ia sudah kehabisan ruang dan tali

Bahkan untuk pulang pun tak ada tali
Pikirnya.


2016
Herlangga Juniarko


Sunday, July 3, 2016

Perih

oleh: Herlangga

Sepanjang jalan, macet membawa perih
“Tidak,” katamu.
Perih adalah jarak tak kasat mata antara kita

Kemudian bianglala berputar di atas kepala

Sudah seminggu tangan ini berdarah
Tersayat kata saat mengupas puisi
Dan menghasilkan perih

Kau tahu, darahku tak pernah melihatmu
Dalam dekade. Ia masih merindui perih


2016